22.500 Ton Garam Impor, Disperindag Sumut Menjamin Stok Garam di Sumut Aman



banner 160x600
Women face

MEDAN, FAKTASUMUT.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut menjamin dengan masuknya garam impor asal Australia, stok garam di daerah Sumatera, khususnya Provinsi Sumut mencukui dan aman.

"Pekan ini sudah ada masuk 3.600 ton garam yang dipasok PT Garindo dan ada 22.500 ton asal Australia yang sebagian di antaranya untuk Sumut," ujar Kepala Disperindag Sumut, Alwin di Medan, Minggu, usai meninjau pembongkaran garam asal Australia yang diimpor PT Garam di Pelabuhan Belawan dan meninjau gudang garam tersebut di kawasan Rumah Potong Hewan, Medan Deli.

 Alwin dan jajarannya langsung meninjau garam yang berada di Kapal Uni Challege Singapore dengan nomor buritan IMO 9606546, didampingi Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut, Misbah dan Kepala UPT Perlindungan Konsumen dan Pengelolaan Standar Medan, Disperindag Sumut, Perdana Pandia menyebutkan kebutuhan garam daerah per tahun sebanyak 28.200 ton.

 Kebutuhan itu mengacu pada jumlah penduduk Sumut yang berjumlah 14,1 juta jiwa dengan kebutuhan per kapita 2 kilogram per tahun.

"Disperindag Sumut terus berkoordinasi dengan semua yang terkait termasuk perusahaan pemasok untuk  bisa mengatasi kelangkaan garam yang sempat tejadi pascaketatnya pasokan garam dari Madura,"katanya.

Pasokan ketat dari Madura terjadi karena daerah itu mengàlami gagal panen akibat curah hujan dan kelembaban udara yang tinggi. Sumut sendiri, katanya sudah langsung berkoordinasi dan menginformasikan termasuk ke pemerintah pusat saat mulai terjadi kelangkaan.

"Mudah- mudahan kelangkaan garam bisa teratasi di Sumut," ujar Alwin.

Dengan kelangkaan teratasi, maka harga jual juga bisa ditekan kembali ke angka normal.Akibat langka, harga garam kualitas bagus sempat mencapai Rp8.000 per kilogram dari harga normal Rp. 6.000 per kilonya.

 Sementara itu Corparate Secretary PT Garam (Persero), Hartono mengakui, garam impor asal Australia yang dipasok perusahaan tersebut sudah masuk ke Pelabuhan Belawan, pada Jumat lalu.

 "Garam impor yang masuk Pelabuhan Belawan sebanyak 22.500 ton dan sedang dalam proses bongkar muat untuk kebutuhan di Sumatera termasuk Sumut,"katanya.

 Meski tidak ada rincian pasti berapa alokasi untuk Provinsi Sumut dikarenakan pendistribusian ke Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM)  sesuai permintaan pemerintah kabupaten/kota  yang sudah diverifikasi.

"Distribusi diharapkan lancar apalagi diawasi Satgas Pangan," katanya.

Hartono mengatakan garam sebanyak 22.500 ton yang masuk ke Pelabuhan Belawan merupakan tahap ketiga .

‌Tahap pertama sebanyak 25.000 ton melalui pelabuhan di Banten, 10 Agustus 2017  yang diperuntukkan bagi warga Jawa Barat, sebagian wilayah di Jawa Tengah, dan Kalimantan’ Tahap kedua  melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 27.500 ton untuk didistribusikan ke Jawa Timur dan sebagian wilayah Jawa Tengah.

"Garam  baku yang disalurkan melalui berbagai IKM  itu harus diyodisasi atau pemberian yodium ke garam,"katanya.‎

 

(GB/FAKTASUMUT.com)