DaerahNews

Diimpikan Sejak Puluhan Tahun Lalu, Dansatgas Yon Armed-5/Pancagiri Kodam 3 Siliwangi Resmikan Jembatan Gantung  Pancagiri

Peresmian Jembatan Gantung Pancagiri

FaktaKaltim, Balikpapan – Peresmian Jembatan Gantung Pancagiri, yang terletak di Desa Sengayan, Malinau, Kalimantan Utara ini dihadiri oleh Bupati Malinau, Dansatgas Pamtas Yonarmed-5/Pancagiri Kodam 3 Siliwangi, dan beberapa stake holder terkait lainnya, Senin (21/08/2023).

Pembuatan jembatan gantung yang melibatkan 27 orang personil Satgaspamtas Yon Armed-5/pancagiri dan 3 orang personel dari Vertical Rescue Indonesia ini, hanya memakan waktu 15 hari kerja.

Sebelum adanya jembatan gantung, yang sudah diimpikan oleh masyarakat sejak puluhan tahun lalu ini, masyarakat harus menggunakan perahu kecil atau ketinting dalam melakukan aktivitas nya, agar bisa sampai ke pusat layanan pemerintahan seperti puskesmas, hingga sekolah.

Selain menggunakan perahu kecil, masyarakat desa ini pun juga menggunakan kendaraan roda dua, yang memakan waktu hingga 30 menit perjalanan menuju pusat pemerintahan.

Dansatgas Pamtas Yon Armed-5/Pancagiri, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta menyatakan, pembangunan jembatan ini semata-mata dilakukan untuk membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Selain menjaga perbatasan, kami disini juga berupaya untuk mensejahterakan masyarakat perbatasan. Sesuai dengan seorang prajurit yang selalu tanggap dan siap dalam membantu masyarakat dimanapun kami berada,” tegas Dansatgas Pamtas Yonarmed-5/Pancagiri.

Jembatan dengan panjang 170 meter dan lebar 120 sentimeter ini, mampu dilalui 3 orang secara bergantian dan 1 kendaraan roda dua secara bergantian.

Setelah acara peresmian Jembatan Gantung Pancagiri, beberapa tamu undangan pun menuju jembatan dan membentangkan Bendera Merah Putih yang menandakan bahwa jembatan tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

Disinggung mengenai perawatannya, Dansatgas Pamtas Yon Armed-5/Pancagiri menjelaskan, dirinya dan seluruh personel satgas Pamtas Yon Armed-5/Pancagiri, akan selalu memantau penggunaan dari jembatan tersebut, dan akan selalu sigap jika ada keluhan dari masyarakat.

“Mengenai masalah perawatan, pasti kami akan selalu memantau penggunaan dari jembatan tersebut, dan sebisa mungkin akan kami lakukan perawatan secara prima, karena ini juga kan untuk masyarakat,” tutup Letkol Arm Yan Octa Rombenanta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *