EkonomiKamtibmas

Jelang Lebaran, Brimob Kaltim Imbau Masyarakat Waspadai Kejahatan Curanmor, Begal dan Uang Palsu

BALIKPAPAN, Personel Patroli Satbrimob Polda Kaltim Batalyon A Pelopor mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kriminalitas dan gangguan keamanan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022. Aksi kriminal itu di antaranya pencurian sepeda motor (curanmor), pembegalan di jalan sepi, dan peredaran uang palsu.

“Ada beberapa aksi kriminal yang patut diwaspadai masyarakat menjelang Lebaran. Salah satunya pencurian sepeda motor. Masyarakat harus memarkirkan sepeda motor di lokasi aman,” ungkap Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Andy Rifai, SIK, MH, Rabu (27/4/2022).

Dijelaskan Dansat Brimob, aksi pencurian sepeda motor marak pada Bulan Puasa. Pelaku memanfaatkan kelengahan pemilik sepeda motor untuk melancarkan aksinya. Mereka menyasar sepeda motor yang diparkir di rumah indekos, toko, maupun tempat ibadah.

Begitu pula dengan aksi kejahatan jalanan yang kerap terjadi pada malam hari. Biasanya, pelaku menunggu calon korban di ruas jalan sepi dan jauh dari permukiman. Saat calon korban melewati lokasi itu, pelaku langsung memepet korban dan mengancam menggunakan senjata tajam.

Oleh sebab itu, para pengguna jalan diimbau tak melewati jalan yang kondisinya sepi pada malam hari. “Jika terpaksa melewati jalan sepi minimal berboncengan dengan saudara atau teman. Jangan nekat sendirian melewati jalan sepi,” ujar Kombes Andy Rifai.

Lebih lanjut, Dansat Brimob juga mengaku bahwa peredaran uang palsu juga menjadi perhatian serius aparat penegak hukum saat momentum Lebaran. Pelaku memanfaatkan momentum Lebaran untuk mengedarkan uang palsu ke pedagang pasar tradisional atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mereka menyasar pedagang yang berumur tua lantaran dinilai kurang teliti dan cermat saat menerima uang dari pembeli.

Patroli keliling dari Brimob Polda Kaltim bakal diintensifkan juga di pusat perekonomian daerah seperti pasar tradisional guna mencegah peredaran uang palsu.

“Masyarakat harus meneliti uang secara seksama dengan cara meraba, melihat, dan menerawang (3M). Kami segera menindaklanjuti jika ada laporan masyarakat terkait uang palsu,” kata Kombes Andy Rifai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

link alternatif link alternatif link alternatif betseru